Memahami Fungsi, Manfaat, dan Cara Melakukan Flashing Pada Android

Memahami Fungsi, Manfaat, dan Cara Melakukan Flashing Pada Android

Masalah pada smartphone android sangat beragam, baik dari software maupun hardware. Umumnya, masalah terjadi pada software, seperti hang, bootloop, force stop, hingga gangguan dari virus. Semua masalah tersebut dapat diatasi dengan cara flashing.

Secara singkat, flashing adalah proses penginstallan ulang smartphone android menjadi seperti tampilan awal. Smartphone akan kembali seperti tampilan ketika pertama kali membeli, dengan aplikasi bawaan dari smartphone. Tentunya, aplikasi yang sudah kamu download serta dokumen yang ada di dalam smartphone hilang.

Flashing dapat dilakukan secara manual maupun melalui service center. Flashing juga dapat digunakan untuk memodifikasi penginstallan sistem operasi dengan fitur luar yang disediakan, hingga melakukan custom pada ROM. Flashing juga memungkinkan melakukan upgrade maupun downgrade sistem operasi.

Memahami Fungsi, Manfaat, dan Cara Melakukan Flashing Pada Android


Fungsi Flashing Smartphone Android:

Selain yang sudah disebutkan di atas, ada fungsi lain dari flashing. Beberapa masalah yang dapat diatasi dengan flashing diantaranya:

  1. Smartphone sering hang
  2. Smartphone yang sering aplikasinya berhenti secara tiba - tiba ketika digunakan, atau biasa disebut force stop.
  3. Smartphone yang mengalami loading bootloop.
  4. Smartphone tidak merespon boot.
  5. Lupa kata sandi ataupun kunci pola pada smartphone.
  6. Ada gangguan virus

Manfaat Flashing Smartphone Android:

  1. Hilangnya masalah yang terjadi sebelum flashing.
  2. Smartphone memiliki performa maksimal yang lebih fresh.
  3. Menghilangkan virus pada smartphone.
  4. Menghapus data yang tidak diperlukan seperti cache atau sampah yang tersembunyi pada aplikasi, atau menghapus file yang tidak tuntas.
  5. Memungkinkan untuk dilakukan upgrade atau downgrade sistem operasi.
  6. Memiliki tampilan baru setelah upgrade sistem operasi.
  7. Memiliki performa maksimal pada ROM.

Cara Melakukan Flashing pada Smartphone Android:

1. Menggunakan Fitur Recovery

  • Kamu dapat menggunakan fitur recovery untuk menatasi masalah smartphone yang tidak terganggu pada proses pengaktifan. Sementara pada smartphone yang mati total tentu tidak dapat menggunakan fitur ini.
  • Caranya adalah masuk ke dalam menu pengaturan, lalu pilih menu recovery. Sebelumnya, kamu akan diminta untuk melakukan backup terlebih dahulu. Dapat di backup dengan memindahkan ke memori eksternal atau memindahkannya ke laptop.
  • Setelah itu, kamu dapat mengaktifkan proses recovery, proses pun akan berjalan. Terakhir, sistem operasi yang tampak pada smartphone akan sama seperti tampilan ketika pertama kali kamu membeli smartphone.

Selain itu, kamu juga dapat menggunakan fasilitas kombinasi tombol volume dan tombol power untuk masuk ke dalam menu recovery. Namun sebelumnya, kamu harus mematikan smartphone terlebih dahulu.


2. Tanpa Menggunakan PC atau Laptop

Jika kamu ingin melakukan flashing tanpa menggunakan PC atau laptop, kamu dapat melakukannya. Namun sebelumnya, harus menyiapkan bagian pendukung sebagai berikut ini:

  • Yang pertama adalah firmware atau stock rom, yaitu file sistem operasi yang sudah menyatu dan akan dimasukkan ke dalam smartphone ketika proses flash berlangsung. File ini bisa didapatkan melalui internet atau website resmi brand smartphone yang akan dilakukan flash.
  • Yang kedua adalah menginstall CWM. CWM hampir sama dengan aplikasi recovery, bedanya CWM memiliki fasilitas yang lebih lengkap.
  • Setelah itu, kamu dapat melakukan proses flashing. Yang pertama dilakukan adalah menyimpan file firmware pada SD card. Setelah itu, masuk ke menu CWM recovery, yang dapat diakses dengan cara menekan tombol power dan volume secara bersamaan.
  • Setelah masuk ke menu CWM, pilih Wipe Factory atau Data Reset (scroll dengan tombol volume). Lalu pilih menu Wipe cache Pastition, kemudian pilih menu Wipe Dalvik Cache. Jika tidak ada, teruskan ke langkah selanjutnya, yaitu pilih menu Install Zip from SD Card dan cari firmware yang telah disimpan sebelumnya.
  • Proses flashing akan berlangsung selama kurang lebih 10 menit. Langkah terakhir yang dapat dilakukan adalah dengan reboot system, dan proses flashing selesai.


Jadi begitulah sobat pembahasan artikel saya kali ini tentang Memahami Fungsi, Manfaat, dan Cara Melakukan Flashing Pada Android. Semoga artikelnya bermanfaat untuk kalian semua yang ingin terus belajar. Selamat mencoba dan jangan lupa bagiakn artikel ini.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel